3 Cara Menuju desa Hallstatt, Austria ( Eurotrip 4 )

3 Cara Menuju desa Hallstatt, Austria ( Eurotrip 4 )

 

Bila teman-teman ingin berkunjung ke desa Hallstatt, yaitu salah satu desa warisan dunia versi UNESCO, teman-teman dapat menempuh dengan 3 alternatif transportasi berikut dengan asumsi kita berangkat dari kota Salzburg :

  1.  Bus – Kereta – Kapal

           Dari kota Salzburg naik dari terminal bis yang berada di samping stasiun kereta Salzburg. Naiklah bus nomer  15o tujuan stasiun kereta Bad Ischl, biaya sekitar 10 euro/orang.

            Sesampai di sana turun dari bus masuk ke dalam stasiun dan beli tiket tujuan stasiun Hallstatt seharga 4 euro.

            Biasanya kereta berasal dari stasiun Attnam Puncheim, naiklah  kereta tersebut dan turun di stasiun Hallstat.   Nanti di belakang stasiun sudah tersedia kapal boat kayu yang akan mengantar kita menuju desa Hallstatt  yang berada di seberangnya dengan biaya 2,5 euro /orang sekali jalan, dan begitu juga rute jalur pulangnya.

      2.  Kereta – Kereta – Kapal

           Bisa dengan rute naik kereta dari stasiun Salzburg menuju stasiun Attnam Puncheim, disana tuker kereta  jurusan Hallstat, setelah itu turun di stasiun Hallstat dan disambung naik kapal kayu. Begitupun  arah  pulangnya.

         

        3. Charter mobil

             Kami punya pengalaman ketika sedang mencari bus nomer 150 yang belum datang ,kemudian ada seorang gadis yang menawarkan mobilnya untuk di tumpangi karena kebetulan dia juga mempunyai tujuan ke bad iscl untuk menjemput tamunya. Mungkin pikirnya daripada mobilnya kosong kesana mending juga nawarin ke orang lain yang punya tujuan sama. Istilahnya kami nebeng sama dia, dan kami kena biaya 11 euro per orang untuk empat orang.

Saya dengar ada juga bus dari bad iscl menuju hallstat langsung tanpa perlu naik kapal boat, tapi saya tidak mencobanya.

 

Perjalanan kami.

Kami sendiri seperti biasa paginya langsung proses cek out tapi kemudian tas gembolan dititip di loker penginapan, kena biaya 1 euro seharian. Di hostel di sediakan sarapan dengan biaya 4 euro, bisa bikin kopi dan susu, tersedia juga roti, dan kalau mau bikin sandwich juga bisa, cuman dagingnya kami nggak yakin dari daging apa sehingga akhirnya kita memutuskan mencari makanan saja di sekitaran stasiun Salzburg. Disana terlihat ada McD dan KFC. Ada juga burger halal tapi belum buka tokonya pagi itu.

Kami pesen ayam dan kentang di KFC.

Pertama rencananya mau pakai kereta ke Hallstat, tapi ternyata keretanya sudah berangkat dan kereta berikutnya masih lama dan kita takut terlambat sampai ke sana sehingga waktu ngga cukup untuk menikmati Hallstatt karena jadwal kereta kembali ke Salzburg hanya sampai sore.

Akhirnya pilihan lainnya adalah naik bus nomer 150 tujuan Bad Ischl, tapi sebelum bus datang kami di datangi seorang wanita muda yang menawarkan jasa mengantarkan sampai ke Hallstatt. Pertama saya curiga akan tawaran tersebut, kewaspadaan tentu saja harus tinggi di negeri orang. Namun setelah mempertimbangkan kondisi saat itu yaitu kami berempat sementara dia sendiri akhirnya kami mau juga, cuman kami cukup diantarkan saja sampai stasiun Bad Ischl karena kalau sampai ke Hallstatt langsung biaya yang ditawarkan lebih tinggi bila kita naik kereta. Dan juga si wanita itu sendiri memang ada tamu yang akan di jemput di Bad Ischl, ok kita langsung jalan keluar stasiun menuju mobilnya yang di parkir di luaran.

Pemandangan selama perjalanan dengan mobil antara Salzburg sampai Bad Ischl sangat mengagumkan, seperti pemandangan yang biasa terpampang di internet, kalo di internet biasanya pemandangan tersebut diambil di negara Swiss yaitu perpaduan antara bentangan gunung Alpen yang diselimuti salju dengan landscape perbukitan dimana terhampar padang rumput dan rumah-rumah penduduk serta rumah-rumah pertanian yang unik. Tapi karena ini di Austria tetangganya negara Swiss sehingga pemandangannya tidak berbeda jauh.

Di suatu tempat di mana danau Hallstatt terbentang di bawah kami, si wanita muda tersebut menghentikan mobil dan memberikan kami kesempatan untuk mengambil foto disana. Katanya di rumah-rumah yang terletak di dekat danau itu salah satunya adalah rumah orang tua dari Mozart, komponis dunia yang terkenal itu.

 

 

 

Kemudian kami diantar langsung ke depan stasiun, sesuai dengan janjinya tadi kami akan lebih cepat sampai di bandingkan dengan bus nomer 150. Kami senang-senang saja sambil mikir sebenarnya kami ngga gitu peduli apakah sampai lebih cepat atau tidak, yang penting kami bisa menikmati pemandangan luar biasa selama perjalanan ini. Dan kami lagi liburan lo, jadi ngga niat juga jalan buru-buru.

Dari stasiun Bad Ischl kereta membawa kami melewati beberapa stasiun dan juga melewati pamandangan sekitar danau yang memukau, pokoke seperti film-film lah…amazing..haha dan kami turun di stasiun Hallstatt, sementara kereta melanjutkan perjalanannya menuju stasiun akhir.

 

 

 

                     Pemandangan di belakang stasiun Hallstatt, jalan menuju kapal ferry kecil .

 

Perjalanan dengan kapal kecil itu tidak lama mungkin hanya 15 menit dan kita sudah sampai di desa Hallstatt

 

Disana kami mengikuti arus orang-orang yang berjalan kaki mengekplore desa, tapi lama-lama kami kehilangan arah ketika orang-orang yang kami ikut tidak terlihat lagi di depan kami. Jadilah kami berjalan di antara rumah penduduk naik tangga sampai ke atas dimana ketemu sebuah air terjun dan juga sebuah jalan raya.

                                                                  Diantara rumah penduduk

 

                                         ini pemandangan dari samping jalan raya itu

Dari atas kami kembali turun melewati tangga yang di beri atap teduh dan kursi cantik sehinga pengunjung bisa berlama-lama menikmati keindahan alam yaitu perpaduan gunung, danau dan desa yang asri.

 

 

Sesampai di bawah ternyata ada jalan kecil yang membuat kita melewati sebuah pekuburan yang mana kuburannya mempunyai batu nisan dan hiasan yang unik dan meriah sehingga kesannya itu adalah sebuah taman. Saya lupa nama gerejanya, tapi yang pasti bukan gereja yang menjadi ikon Hallstatt seperti yang biasa ada di kartu pos itu.

Setelah melewati gereja kecil dengan pekuburannya yang unik itu kami ketemu jalan besar yang akhirnya mengarah ke suatu spot dimana banyak turis mengambil pemandangan Hallstatt dari sana, yaitu pemandangan sesuai dengan yang biasa ketemu di internet dan postcard.

                                                                      Hoalaaa…ini fotonya

 

Sehabis puas berfoto disana kami segera kembali ke pelabuhan untuk naik ferry kembali ke stasiun Hallstatt di seberangnya. Sebenarnya masih ada satu tempat lagi yang sangat penting untuk di kunjungi selain gua tambang garamnya yaitu spot sky bridge atau titik pandang diatas gunung sana. Dimana disana akan terlihat pemandangannya lebih luas dan lebih wow hamparan pegunungan Alpen dengan danau Hallstatt nya.

Namun karena merasa masih ada waktu kita berencana untuk kembali ke Salzburg dan mengexplorenya karena dari kemaren kami belum sempat mengelilingi kota tersebut.

 

bye bye desa Hallstatt………………..

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *