Jalan jalan ke Yunani / Greece, Euro Trip 1

Jalan jalan ke Yunani / Greece, Euro Trip 1

 

The day of my big Trip is comiiing……

Cerita sebelumnya tentang urus visa

Pesawat saya berangkat dari bandara Soekarno Hatta lewat dari tengah hari, kebetulan masih ada kerjaan sedikit di kantor jadi saya masuk setengah hari dan kemudian minta ijin pulang cepet setelah tugas selesai. Alhamdulillah kami tidak kena macet saat menuju ke bandara. Berangkat dari terminal 3 sambil menikmati suasana terminal yang saat itu masih baru banget, lumayan gede, jadi serasa di luar negeri deh…  tapi implikasinya ya jalan lumayan juga kalau mau ke gate tujuan kita, ya iyalah…kayak bandara2 di luar sana…..beuuh…. top deh. Sambil nunggu boarding teman2 saya ngemil-ngemil santai di salah satu warung di dalam bandara.

 

Setelah saatnya mau boarding kami masuk ke gate dan perjalanan lancar sampai di Singapore. Saya naik AirAsia dan saat itu maskapai ini baru pindahan ke terminal 4 di Changi. Sedangkan pesawat kami berikutnya adalah Scoot air yang ngetem di Terminal 2.

Jadi rutenya saat kita turun di Terminal 4 Changi Airport, nanti terus saja ke imigrasi dan stamp paspor disana. Kelar imigrasi nanti ada petunjuk yang mengarahkan kita ke lokasi shuttle bus yang akan mengantarkan para penumpang gratis tanpa biaya ke terminal 2, nanti dari terminal 2 baru para penumpang melanjutkan perjalanannya ke tujuan masing-masing, apakah itu mau ke Terminal 2, Terminal 1 atau mau menuju pusat kota dengan menaiki MRT.

Karena kami mau naik pesawat Scoot Air di Terminal 2 maka kami masuk imigrasi lagi dan kemudian mencari tempat ngetem dulu buat istirahat karena jadwal pesawat kami masih 5 jam lagi, yaitu jam 3 dinihari. Cari-cari muter-muter akhirnya kami ngambil posisi ngemper di sebuah tonggak di Entertainment Zone. Disana sebuah lokasi dimana ada sebuah layar besar buat nonton dengan kursi-kursi santai di depannya. Cuman malam itu tidak satupun kursi yang lowong bahkan banyak para traveler lainnya yang tidur di lantai karpet. jadilah kami duduk di samping tonggak disana sambil ngechas Hp. Pertama-tama sih masih enak duduk-duduk sambil main hp, tapi lama-lama badan semakin merosot ke bawah dan akhirnya tiduran di karpet sambil sesekali kaki yang menjulur kesenggol sama orang yang lewat. Teman saya sih kayaknya pules tidurnya, cuman saya nggak bisa tidur walaupun ngantuk, karena takut tidurnya kelewatan sehingga telat boarding… Ngga lucu juga kan gara-gara ketiduran sampai ngga jadi keliling Eropah…wau..sakitnya di kantong..

Jam 2 kita semua dah bangun dan berjalan menuju gate pesawat tujuan Athens, Yunani. Sebelum masuk gate tas lagi-lagi di periksa, botol yang berisi air minum ngga boleh masuk tapi botolnya boleh masuk. jadilah kita ikut-ikutan penumpang lain ngantri ngisi air minum galon yang tersedia di dalam ruang boarding. namun udah lama ngatri karena banyaknya yang mau ngisi air minum ( pada mikir kali karena perjalanan hampir 10 jam tanpa persediaan air ), tiba-tiba barisan antrian bubar karena harus segera masuk pesawat yang mau jalan.

Karena ini pesawat budget jadi ga bakalan ketemu di dalamnya tipi-tipi buat nonton atau layar buat maen game, apalagi dikasih set menu makan, trus deretan kursinya persis dengan deretan kursi pesawat budget jarak pendek yang rapat-rapat gimanaaa gitu… pesawatnya deretan tiga tiga tiga sebarisnya. Jadi karena sudah malam kamipun larut dalam tidur karena kelelahan.

 

 

Pemandangan dari dalam pesawat ketika melewati daerah India dan Kazasthan.

 

Namun perasaan saya sudah tidur lama pas bangun kok belum nyampe-nyampe juga yah… jadi setelah puas tidur saya menggerakan sedikit badan dengan pergi ke toilet, trus tidur lagi, bangun-bangun belum nyampe juga. Ngga tau tuh perjalanan memakan waktu berapa, apakah 10 jam atau 14 jam, karena jam ditangan dan di hp masih pakai waktu Indonesia. ( kemudian hari baru tahu ada beda 5 jam antara di Indonesia dengan di Yunani).

Yup…. setelah perjalanan yang lumayan bikin pegel akhirnya kami sampai di Athens !! yeay.. turun dari pesawat sambil ikutan arus penumpang kita menuju loket imigrasi. Kelar imigrasi kita sibuk cari sinyal wifi, bukan buat selfi tapi mau kasih kabar sama orang-orang tercinta di tanah air kalau kita sudah sampai dengan selamat di tempat tujuan.  

Keluar dari imigrasi kita menuju pintu keluar paling kanan dari bandara, karena di sana tempat naik bus tujuan ke pusat kota Athens. Beli dulu tiketnya di lokat kecil samping plang nomor bus yang akan kita naiki, harganya 6 euro an trus dikasih semacam kartu yang nanti harus kita tap ke mesin di pintu masuk bus. Disana akan datang bus dengan bermacan-macam tujuan, jadi jangan sampai salah naik.

Perjalanan ke pusat kota Athens yaitu sebuah alun-alun di depan gedung parlemen Yunani menempuh waktu sekitar sejam an. Di halte terakhir bus berhenti , kami keluar dan mulai mencari tempat penginapan yang sudah kami booking jauh-jauh hari. Sedikit bingung dengan peta yang kami print dari internet akhirnya hotel tersebut ketemu juga setelah melihat nama jalan yang sesuai alamat ada di ujung lorong masuk.  Teman saya sempet kaget sewaktu perjalanan ke hotel ketemu pengemis wanita cantik di pinggir jalan. Katanya kenapa ngga ke Indonesia aja biar bisa jadi artis.

Waktu itu jam 11 siang waktu Yunani sehingga kami belum bisa cek in, namun kami boleh nitipin tas dan numpang ke toilet di hotel tersebut. Misi pertama kami di hari itu adalah mencari tempat makan, bayangin aja kami belum makan sejak malam tadi karena di pesawat sibuk tidur buat membunuh waktu :D.

Kebetulan di dekat hotel kami ada restaurant India. Maka masuklah kami ke sana dan memesan makanan India. Jadi mesen menu ayam satu dan mesen nasi satu mangkok untuk masing-masing orang. Ternyata porsi ayamnya karena mesen permenu satu orang satu itu besar sekali dan kami nggak bisa menghabiskan ayam pesanan kami. Jadilah minta sama mba India nya buat ngebungkusin itu makanan yang ngga abis buas bekel makan ntar malam. Seporsi ayam plus nasi dan teh dibayar sejumlah 11 euro per orang.

Perut kenyang dan semangatpun  mulai datang, dengan berbekal print an peta, tujuan kami siang ini adalah menuju sisa reruntuhan Acropolis, tempat pemujaan dewa-dewa bangsa Yunani dahulu kala.

Pertama kami menelusuri jalan sesuai dengan petunjuk di peta, tapi ketika bertemu dengan sebuah lorong atau pasar penjualan souvenir kami mulai kehilangan arah karena jalan yang tertera di peta tidak cocok dengan yang ada di depan mata. Akhirnya tanya-tanya sama pedagang  souvenir disana, pedagangnya juga agak bingung memberikan arah karena ternyata banyak jalan dan lorong jalan pintas menuju ke Acropolis sedangkan kalau mau melewati jalan mobil akan sangat jauh memutar. Akhirnya setelah mengikuti salah satu petunjuk yang diarahkan oleh seorang pedagang kami memasuki beberapa lorong cantik di sana, kita bisa tiba-tiba bertemu dengan toko cantik yang menjual berbagai macam benda dan tidak hanya souvenir. Tiba-tiba lagi kita juga bisa ketemu dengan cafe-cafe manis yang mengambil jalan di lorong itu. Singkat kata kami menyelusuri banyak lorong-lorong jalan sebelum sampai di pintu gerbang masuk komplek Acropolis itu. Nyasar ke rumah-rumah di perbukitan yang sepintas seperti rumah-rumah kapur di foto-foto Santorini padahal kita lagi di Athens, sempet tanya-tanya lagi sama orang-orang ternyata mereka juga turis yang lagi nyasar juga.

Di Acropolis kita langsung ngadem di sebuah warung makanan dan minuman di depan gedung pembelian tiket.

Setelah dahaga hilang mulailah kita explorasi salah satu bangunan 7 keajaiban dunia ini. (eh..masuk ngga sih ?). Pertama beli tiket dulu, harganya 10 euro bila mau masuk Acropolis aja, tapi kalo mau tiket terusan buat ngunjungi 2 situs lainnya yang tempat nya berbeda harga tiket jadi 20 euro aja.  Jadi kita beli tiket buat Acropolis doang sehubungan udah capek banget tadi jalan buat nyari pintu masuknya aja, ga kebayang deh mau nyari2 situs lainya yang lokasinya entah dimana.

Masuknya pertama kali kita akan ngeliat theater pertunjukan zaman dahulu di sebelah kiri.  bisa dibayangkan serunya pertunjukan-pertunjukan disana dimana para pengunjungnya para petinggi-petinggi yunani dengan pakaian pakaian megahnya berleleran ke tanah ( bayangan saya aja sih…kayak di film-film gitu….)

 

 

naik lagi kita akan ketemu tangga menuju gerbang area pemujaan dewi Athens dan dewa Apollo. Walaupun sekarang hanya bisa liat tiang-tiang marmer besar tapi bisa di bayangkan kemegahan bangunannya bila ada atapnya yang menjulang, apalagi kabarnya di dalam gedung itu ada patung Appolo segede monas di dalamnya. Wow..itu dari marmer semua temans….di jaman dimana rumah rakyat biasa hanya dibuat dari batu campur lumpur.

 

 

 

Namun itulah sejarah yang bisa kita lihat sekarang ini dan memberikan pelajaran bahwa semua kemegahan, berapapun megahnya…bahkan kemegahan yang tidak akan pernah bisa di buat lagi pada saat ini, pada akhirnya akan hancur bersama waktu. Segala kesombongan akan punah, hanya amal baik yang akan dihitung kelak.

Di sebelah kiri ada kuil Erechteion dibangun tahun 421 SM, kuil tempat pemujaan dewi Athens yang kemudian di hancurkan oleh bangsa Persia. Kuil ini punya tanda khas dengan adanya patung-patung dewi-dewi sebagi penopang atap kuil.

 

 

Puas foto-foto dan mengexplorasi kawasan Acropolis ini hari pun sudah sore, kami bergerak pulang namun mencoba mencari jalan yang berbeda dengan jalan yang kami tempu saat datang tadi, dan tetep dengan begitu banyaknya gang-gang disana kami nyasar lagi muter-muter walaupun gak lama. namun nyasar kami cukup menyenangkan karena kami ketemu dengan sudut-sudut cantik di gang-gang itu. ketemu cafe-cafe cantik di sudut gang, ada deretan penjual souvenir, ketemu pelukis jalanan dan juga amprokan dengan situs-situs kota Athens yang memang kadang berada di tengah perumahan penduduk.  Cuman ada beberapa laki-laki berkulit hitam yang terlihat menyapa wanita-wanita kulit putih, ngga tau juga apa maksud mereka, namun yang pasti kami bukan termasuk orang-orang yang mereka pedulikan.

 

 

Ada juga ibu-ibu gipsi yang langsung menyorongkan bunga-bunga ke tangan kita, dan ujung-ujungnya minta uang 1 euro. Saya ga ngasih, bukannya ga mau cuman takut kalau saya ngasih uang walaupun cuman 1 euro, nanti bakalan ada lagi peminta-minta lainnya dan bakalan diikutin terus. Kita gak mau dong mengambil resiko seperti itu.

 Setelah muter sedikit akhirnya kita ketemu lagi dengan jalan utama dan berhasil mencapai hotel . Setelah proses cek in yang lancar walaupun resepsionis nya melayani dengan muka datar saja kami langsung masuk kamar masing-masing. Cek wifi hotel , kualitasnya ok dan mulai berbagi foto-foto cantik tadi di group WA haha…………….

Walaupun hari masih sore, namun karena masih jetlag ditambah jalan-jalan tadi siang yang menguras tenaga akhirnya kami semua ketiduran bablas sampai dini hari.

 

Pengeluaran  Day  1

Bus Dari Airport ke Athens               6 euro  x Rp.17.000,-     = Rp.102.000,-

Hotel 1 malam /orang.                      20 euro x Rp.17.000,-     = Rp.340.000,-

Tiket masuk Acropolis                       10 euro x Rp.17.000,-     = Rp.170.000,-

Makan                                                    11 euro x Rp.17.000,-     = Rp.187.000,-

Total  :  47 euro   = Rp. 799.000,-

 

 

One Reply to “Jalan jalan ke Yunani / Greece, Euro Trip 1”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *