Jalan Jalan Singkat di Venezia, Florence dan Pisa

Jalan Jalan Singkat di Venezia, Florence dan Pisa

 

Pagi menjelang, pemandangan di jendela kereta NightJet mulai terlihat terang seiring cahaya matahari yang muncul di ufuk. Hamparan bukit dan hutan yang terpampang di pandangan mata terlihat berbeda dengan pemandangan kemaren yang kita lihat di Austria. Pemandangan di sini terlihat lebih “merah” dan hangat, berbeda dengan pemandangan pepohonan dan gunung kemaren yang lebih “biru’ dan dingin.  Sepertinya cuaca di Italia ini lebih ke sub tropis pada bulan-bulan tertentu.  Di beberapa stasiun kereta sempat berhenti, ngga tahu juga apakah cuman berhenti atau untuk juga menurunkan penumpang. Disana terlihat suasana orang-orangnya yang lebih ceria dikarenakan udara yang mulai hangat. Sejak subuh dan pemandangan masih gelap , kami yang berada di kabin kereta sudah bangun dan asik ngobrol satu sama lain. Bukan ngobrol tentang perjalanan tapi lebih ke cerita kehidupan masing-masing sambil menikmati corak pemandangan di luar yang unik.

Oh ya saat tengah malam tadi beberapa polisi berbadan besar sempat melongok kabin kami dan memeriksa paspor, ya hanya cek paspor saja, dan mereka meminta hanya kepada kami yang orang Indonesia. Sebab teman se-kabin kami yang berasal dari US tidak diminta sama sekali paspornya.

Beberapa saat kemudian kereta memasuki stasiun Venezia Mestre. Tapi bagi penumpang yang ingin menikmati Venezia sebenarnya janganlah turun di stasiun ini , karena lokasi stasiun ini masih di venezia di daratan Italia. sedangkan pulau Venezia yang penuh dengan gondola-gondola dan kanal-kanal itu kita harus turun di stasiun Venezia Santa Lucia, stasiun terakhir dari perjalanan kereta ini.

Sesampai di stasiun Venezia Santa Lucia kami turun dari kereta dan segera mencari tempat penitipan tas, karena memang niat kami tidak akan menginap di Venice, hanya berkunjung sebentar saja sebelum melanjutkan perjalanan ke kota Pisa. Di tempat penitipan kami kena biaya lumayan mahal buat kami yang biasa pakai rupiah setiap hari,  yaitu 6 euro per tas untuk 12 jam. Dan benar-benar dihitung per tas, bahkan tas sandang pun di hitung sebagai satu tas.

Okey…setelah urusan penitipan tas selesai kami keluar dari bangunan stasiun tersebut yang langsung berhadapan dengan grand Canal di Venize. Sebelumnya sempat beli kopi Italy di dalam stasiun buat menghangatkan badan. harganya lupa dan kita akan dapat se sloki kecil kopi hitam Italy. Saya yang biasa ngopi di warteg pake kopi sachet dan dapat kopi segelas penuh sempat kaget juga ketika di sodori kopi sekecil itu. Tapi rasanya lumayan maknyus, kan kop asli ga sachet an..hahaha…..

Ternyata pagi itu kedatangan kami di sambut dengan hujan yang lumayan deras,  berhubung waktu kami hanya sedikit disini maka kami beli payung dan menembus hujan untuk menyusuri lorong-lorong dan jembatan kecil-jembatan kecil yang unik dan cantik di Venize ini.  Dan kemudian mampir di sebuah toko souvenir, kebetulan penjual nya orang Bangladesh. Tadinya cuman mau mampir sebentar eh karena penawaran-penawaran si abang ini yang menggiurkan dan bisa ditawat-tawar jadi akhirnya mampir lumayan lama di sana, dan ngga terasa waktu berjalan menuju waktu keberangkatan kereta selanjutnya.

Bergegas kami kembali ke stasiun, sementara hujan berangsur berhenti. Ambil tas yang dititipkan kemudian karena masih ada sedikit waktu kami sarapan dulu.

Tiket yang kami punya dan sudah dibeli jauh-jauh hari lewat online adalah rute Venezia menuju Florence, sedangkan tujuan kami sebenarnya adalah kota Pisa untuk  mengunjungi salah satu keajaiban dunia yaitu menara miring Pisa itu.

Selesai makan kami mencari peron dimana kereta tujuan kota Florence berada. Pas naik..lho..kok bangku kita udah di duduki orang, setelah mencocokan nomor kursi ternyata penumpang yang terdahulu itu salah masuk gerbong, jadi nomer kursi benar tapi nomer gerbong salah. Perjalanan dari Venezia ke  Florence memakan waktu 3 jam.

Rencananya setiba di stasiun Florence kami segera membeli tiket ke kota Pisa di mesin tiket. jadi waktu kereta sampai di stasiun saya segera bergegas menuju mesin tiket untuk membeli tiket tujuan Pisa.  Harga tiket  8.5 euro an per orang. Tapi ketika mau eksekusi tiket tersebut keluar warning bahwa tiket kereta yang kami pilih keberangkatannya tinggal waktu 5 menit lagi. Menurut kami waktu 5 menit cukuplah waktu untuk mencari peron dan naik keretanya. jadi kami jawab yes dan tiket keretapun keluar,  Bergegas kami masuk kembali ke stasiun dimana peron-peron kereta berada. Dan…ops kita harus stamp tanggal dulu di mesin tiket yang berada di dalam, belum lagi pas mau masuk area peron ngantri di pintu gerbang untuk memperlihatkan tiket pada petugasnya.

Jadi seperti telah di duga sesampai di peron yang dituju kereta kami sudah berangkat. Hiks…

Jadi bagaimana nih…. beli tiket lagi kah ?

Di tengah kebingungan itu saya bertanya pada seorang bule yang lagi bergegas juga, apakah ada kereta lainnya yang menuju Pisa pada waktu  dekat ini karena kalau nunggu kereta berikutnya lumayan lama. Si mas-masnya bilang kami bisa naik kereta tujuan Levorno, karena kereta tersebut akan melalui kota Pisa.

Akhirnya kami naik kereta tersebut sambil deg-deg an apakah tiket yang kita pegang ini masih berlaku atau tidak. Kalau tidak pasti bakalan kena denda nih…..

Untung selama perjalanan itu tidak telihat pak kondektur yang memeriksa tiket. Lucky us….

Kereta berhenti di stasiun Pisa Centrale dan kami bergegas turun. Ketika keluar dari peron saya membeli tiket bus dalam kota tujuan menara Pisa di kios suratkabar atau tabbachy di aula keberangkatan kereta.

Tiket itu di gunakan untuk menaiki bus LAM. Bus-bus itu ngetem di depan stasiun, tapi tidak setiap bus pasti melewati menara Pisa, jadi sebelum naik harap tanyakan dulu kepada supir apakah busnya melewati menara Pisa atau tidak.

Di menara pisa segeralah kami membaur dengan pengunjung lainnya yang sedang mengambil foto menara dengan berbagai pose yang ajaib.

Hanya sebentar saja disana, setelah puas foto- foto dan menikmati suasana kami segera balik ke halte yang ada di seberang area menara untuk menunggu bus LAM menuju stasiun Pisa Centrale kembali. Godaan untuk melihat kedai souvenir pun terpaksa ditahan mengingat waktu yang tersisa tidak banyak.

Setiba di stasiun hari sudah sore dan dengan berbekal tiket yang juga sudah dibeli jauh-jauh hari online kami menuju peron. Menunggu kereta tujuan Roma…….

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *