Keliling Munich, Jerman, Eurotrip 2

Keliling Munich, Jerman, Eurotrip 2

 

Cerita sebelumnya disini

 

Pagi-pagi sekali sehabis sholat subuh kami sudah melakukan proses cek out, ternyata resepsionis nya sudah ada stand by di bawah. Rombongan kami berjalan keluar hotel hari masih gelap dan orang-orang juga masih belum banyak berada di jalanan. Namun karena kami tidak sendirian jadi tidak ada perasaan was-was saat itu, apalagi ketika sudah mencapai halte bus yang menuju bandara sudah terlihat ramai calon penumpang yang berada di sekitaran loket box, seperti biasa beli tiket sekali jalan seharga 6 euro tujuan bandara Athens. Bus berangkat di subuh gelap itu dan sampai di bandara ketika cahaya terang mulai muncul. Turun dari bus kami langsung masuk ke gedung bandara dan mencari loket cek ini, tapi ternyata saya lihat di dalam banyak mesin self cek in, dimana di setiap mesin itu melayani self checkin semua maskapai yang beroperasi disana. Jadi setelah periksa mesin-mesin itu dan ternyata maskapai yang akan kami naiki yaitu Aegean Airlines, maskapai terbesar di Yunani bisa cek in di alat tersebut maka kami melakukan proses cek in dikarenakan kita juga tidak punya bagasi yang perlu di masukan, hanya tas kabin. Proses cek in selesai dan boardingpass pun telah keluar dan karena cuaca yang cukup dingin maka kami keluar lagi  menuju teras bandara  dimana banyak cafe-cafe yang menjual kopi Greek panas dan roti untuk menghangatkan badan . Yang termurah adalah coffe greek dan roti tawar mulai dari harga 1 euro.

 

 

Karena tujuan penerbangan kami ada dalam area Schengen jadi kami tidak melewati imigrasi, namun ketika berada di ruang tunggu tetap beberapa petugas ( saya tidak tahu pasti apakah polisi atau tentara atau petugas migrasi ) memeriksa paspor setiap penumpang, cuman dilihat saja.

Perjalanan dari Athens menuju kota Munich di Jerman menempuh waktu 3 jam, penerbangan melewati daerah Albania, Bosnia, Kroasia, Slovenia dan Austria. Pesawat mendarat mulus di bandara Munich dan ketika memasuki daerah bandara paspor kami kembali di periksa tanpa di cap oleh petugas berseragama seperti tentara dengan senjata ringan di bahu. Kami mampir sebentar ke toilet dan langsung mengikuti petunjuk yang mengarah ke stasiun kereta tujuan kota Munich.  Terminal kereta menuju kota berada di bawah tanah, namun tiket box nya sudah tersedia di kawasan bandara. Kami membeli di tiket box itu dan tinggal masuk ke dalam kereta saat waktunya datang. Pemandangan sepanjang perjalanan dari bandara ke kota cukup indah dan menarik dan agak berbeda dengan pemandangan yang kami temui selama di Yunani. Rumah-rumah pedesaan Jerman yang khas memberikan nuansa daerah Bavaria yang unik.

 

 

 

Kereta yang kami naiki ini namanya S Bahn, bisa jalur S1 atau S2 , sama-sama mampir di Munich dan mereka mempunyai jalur memutar, sehingga Munich Hauptbahnhof yang kami tuju bukanlah perhentian terakhirnya, jadi saya tetap pasang mata di setiap stasiun dimana kereta berhenti.

Keluar dari stasiun yang besar dengan banyak pintu keluar itu kami sempat tersesat ketika mencari hostel yang sudah di booking. Sempat bertanya ke pejalan kaki yang lewat ternyata mereka juga tidak tahu pasti juga lokasinya. Akhirnya kami balik menuju stasiun kembali namun sebelum masuk ke gedung stasiun baru saya ngeh dengan posisi kami sekarang, jadi kami harus mengitari  stasiun karena lokasi hostel berada di seberang stasiun berlawanan dengan posisi kami sekarang. Suhu udara yang dingin mengiringi kami menuju hostel.

Seperti yang sudah di duga kami belum bisa cek in karena belum jam 2  siang. jadi kami menitipkan tas di ruangan penitipan dan mulai explore kota Munich. Sebelumnya gadis di belakang ruang resepsionis sempat memberikan arahan tentang transportasi dan tempat-tempat yang direkomendasikan untuk dikunjungi di Munich ketika mengetahui bahwa kami baru pertama kali berkunjung ke kota ini.

Sewaktu berjalan menuju hostel kami sempat melihat ada restorant Mongolia halal, sempat kepikir memang ada ya komunitas Mongolia yang muslim ? mungkin di daerah-daerah yang berbatasan dengan komunitas islam China kali ya.

Jadi ketika kami keluar dari hostel restaurant itulah yang pertama kali kami tuju. Disana ternyata ada nasi dan juga lauk pauk yang mirip-mirip seperti masakan Indonesia, seperti gule ikan, ada gule ayam dan sayur bayam. Tapi rasa masakannya seperti percampuran masakan India dan Cina gitu deh. Ada seperti kari tapi ada juga seperti capcay… Tapi kami yang termasuk nasi maniak ini ketika ketemu nasi udah seneng ajah… harganya standar, nasi doang 3 euro, lauknya dari 3 euro sampai 10 euro.

Setelah perut kenyang dan tenaga serta semangat poll lagi bergeraklah kami ke lokasi ini, cukup berjalan kaki saja..

Marientplatz…

 

Ini adalah alun-alun kota Munich. Marientpatz sebelumnya bernama Mariensaule, disana ada monumen Marian yang didirikan dalam rangka memperingati kemerdekaan Bavaria dari pendudukan Swedia. Disana terdapat gedung balaikota baru dan lama dengan menara yang sudah di rekontruksi. Sepanjang jalan dari pintu gerbang sampai ke kawasan alun-alun ini dipenuhi dengan toko-toko souvenir dan barang-barang bermerk, termasuk ada Fans Shop klub sepakbola FC Bayern.

 

 

Pada jam-jam tertentu di atas gedung balaikota lama ada pertunjukan menarik dimana ada boneka-boneka yang bergerak menandakan jam sudah sampai pada waktunya. Kami sempet ketemu beberapa mahasiswa Indonesia yang kuliah di sana, mereka juga lagi jalan-jalan kesini karena mereka kuliah di kota lainnya di Jerman. Kami sempat juga mampir di taman tempat orang-orang jerman menikmati bir dan makanan menikmati sinar matahari musim semi. Saya hanya numpang duduk karena ngga minum bir.

 

Kami juga mengunjungi sebuah museum namanya Munich Residenz yang merupakan bekas istana dari masa kerajaan Wittlesbach padas tahun 1385. Disana kabarnya ada 13o ruangan, banyak lukisan dan ruangan-ruangan yang sepertinya berfungsi sebagai tempat penerimaan tamu, penginapan tamu dan ruang display kerajaan yang dipenuhi dengan patung-patung pahlawan zaman dahulu termasuk patung-patung filsuf Yunani. termasuk di dalamnya ada lukisan-lukisan zaman dahulu.

 

 

Hari semakin sore, teman saya yang lagi explore toko-toko sepanjang jalan sampai kehilangan arah, untunglah kami semua ingat jalan pulang ke hostel sehingga akhirnya kita pulang sendiri-sendiri karena sudah saling mencari tetap tidak ketemu.

Malam itu baru kami bisa memasuki kamar. Lagi-lagi kami beli nasi di restaurant Mongolia tadi siang.

Pengeluaran hari ini.

Tiket bus  Athens – Bandara                                              6 euro

Tiket S bahm dari airport ke Munich –  tiket group :    7 euro/orang

Makan                                                                                     13 euro

Hostel                                                                                      25 euro

Tiket masuk museum                                                             7 euro

Total                                                                  58 euro x Rp.17.000,-   =  986.000,-

One Reply to “Keliling Munich, Jerman, Eurotrip 2”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *