Maldives Day 2 , Senin

Maldives Day 2 , Senin

Semalam ketika sampai di pulau maafushi, sudah ada gerobak yang menunggu kami di tepian, mereka mengumpulkan koper2 kami dan membawa menuju hotel. Kami mengikutinya dari belakang karena tidak ada seorangpun termasuk petugas hotel resmi yang memperkenalkan diri atau menyambut kami di dermaga itu. Kami hanya ditanyai nama hotelnya dan mereka segera menarik gerobaknya. Sepertinya mereka bertugas untuk menyambut semua tamu hotel yang ada di pulau ini,dan itu termasuk service yang kami terima dari hotel yang kita booking. Begitu juga sewaktu kami akan meninggalkan hotel dan kembali menuju bandara, semua tas kami juga dibawa dengan gerobak menuju dermaga di mana boat bersandar. Kami hanya memberikan tips kepada petugas yang menarik gerobak itu pada saat pulang.

Sepertinya tips juga mereka harapkan saat kita diantar menuju kamar masing-masing.

Sebelum masuk kamar kami memesan tour untuk esok hari di hotel kami ini. Kami memilih paket tour half day dengan itinerary snorkling di dua tempat, trus melihat kura-kura serta lumba-lumba dan mengunjungi sandbank untuk makan siang, dan di suruh bersiap di lobby hotel jam 8.30.

Pagi harinya kami bangun subuh-subuh. Kalau biasanya mata berat untuk terbuka saat itu namun sekarang tubuh terasa segar, mata sulit tertutup lagi. Dilihat keluar jendela hari masih gelap. Setelah diingat-ingat mata tidak lagi merasa ngantuk bukan karena kami orang yang biasa bangun pagi dengan semangat, tapi karena jam bilogis tubuh kami masih mengikuti jam di Jakarta. Saat ini di Jakarta jam sudah menunjukan pukul 7 pagi. Dimana kami semua biasanya sudah berada di perjalanan menuju kantor. Bahkan mungkin sebagian sudah sampai di kantor. Waw……ini hari Senin, ketika semua teman-teman di kantor berjibaku di suasana rush pagi hari kota besar dengan segala kemacetan dan keramaiannya, dan kami disini masih santai-santai. Cihuuuy…….Dan tiba-tiba suara azan terdengar. Wah ternyata sebuah mushalla pas berada di depan hotel kami. Bergegas saya keluar kamar untuk ikut sholat Subuh berjamaah. Ternyata di sana suasananya sama persis dengan shalat di Indonesia, ada yang sarungan juga. Cuman di sana yang iqamat dan jadi Imam adalah Imam tetap mushala itu.

Tadinya malas mau main kepantai untuk melihat sunrise, tapi ketika melihat sunrise yang cantik sekali ketika saya ada di rofftop hotel membuat saya bersemangat untuk pergi kepantai karena ternyata pantai hanya bebarapa meter di belakang hotel. Dengan 3 teman lainnya saya keluar hotel dan berjalan di pantai. Sunrise nya cantik sekali.

 

Disana kami bertemu seorang kakek-kakek dari malaysia yang bercerita kalau beliau seorang diri datang untuk menikmati pulau ini. Kakek itu menunjukan kami tempat dimana kami bisa melihat baby shark di pagi hari, dan juga bercerita kalau sebaiknya kami makan di cafe ( kalau di Jakarta mungkin kita sebut “warung” makan ) dibandingkan makan di hotel karena biayanya hanya separuh dari harga hotel. Di hotel kita akan di charge 10 dolar. Disana cukup 5 dollar. Murah bukan ?

 

 

 

 

Puas menikmati sunrise kami kembali ke hotel. Ternyata jadwal tour kita di undur jadi jam 10. Jadi pagi itu kita memutuskan untuk sarapan pagi di sebuah cafe yang kami lihat saat ke pantai tadi.

Walaupun orang hotel merayu kami untuk sarapan di hotel mereka hanya dengan 10 dollar dan sudah mendapatkan paket lengkap dengan minuman, kami tetap menolak dengan halus. Tempat yang kami kunjungi namanya Sun beach cafe. Disana kami memesan nasi goreng alias fried rice. Tentu saja disana bahannya adalah nasi briyani. Harganya 55 rufiyah ukuran sedang dan 70 rufiah ukuran besar dengan telor separoh.

 

 

Susu rasa pisang, 30 rufiyah.

Penampakan warungnya.

Selesai makan, kami kembali ke hotel. Udara mulai terasa panas. Jam 10 matahari mulai menyengat. Seperti tengah hari bolong.

Kami bersiap di lobby hotel dan ketika rombongan sudah lengkap kami dibawa oleh salah seorang hotel ke suatu tempat untuk mengambil perlengkapan tour kami yaitu :

Google buat snorkling

kaki katak

pelampung

handuk

Ditambah kamera, tas buat baju ganti dan go pro yang kami bawa dari hotel, cukup untuk membuat kami gelapan untuk membawa itu semua menuju boat yang sandar di dermaga sejauh 300 meter dari tempat kami mengambil perlengkapan.

 

Ready tuk main air di laut

 

Rombongan kami menuju dermaga dan boat pun memulai perjalanannya meninggalkan pulau.

Pertama berhenti di tengah laut untuk snorkling melihat si nemo dan kawan-kawannya.

 

 

 

Setelah itu kami diajak ke tempat lain yang berada di lepas pantai sebuah resort, kami disana snorkling lagi untuk melihat kura-kura. Kali ini kami dapat melihat dan mendekati seekor kura-kura yang tidak terlalu besar, tapi cukup untuk membuat kami bergembira.

 

Cukup bermain air , sudah dua kali dan beberapa dari kami sudah mulai capek dan laper. Boat meneruskan perjalanan ke tempat ketiga, dimana kita akan melihat gerombolan lumba-lumba bermain kesana kemari. Sepertinya mereka suka kalau di perhatikan dan dipanggil-panggil oleh manusia. Terlihat lumba-lumba tersebut mendekati kami dan bahkan melakukan lompatan berkali-kali di depan kami. Kita seperti melihat pertunjukan lumba-lumba di Anc0l Jakarta. Tapi kali ini melihat mereka langsung di laut lepas, di rumah mereka.

Puas melihat lumba-lumba, boat kami kemudian menuju sebuah pulau. Kalau menurut saya pulau yang kami kunjungi bukanlah sebuah sandbank, tapi memang sebuah pulau kecil. Terlihat disana ada tumbuh rerumputan dan juga pohon kelapa. Cuman karena kecilnya maka disana tidak ada orang yang tinggal.

Di pulau itu kami istirahat sambil disuguhi makan siang berupa………mi goreng kotak… ditambah jus kotak dan buah semangka. Selesai makan teman-teman ada yang bermain air, foto-foto di tepi pantai dan saya keliling pulau. Ternyata di belakang kami banyak juga turis lainnya lagi makan siang  di sisi lain pulau ini. Mereka ada yang berombongan dan ada juga cuman berdua dengan pasangannya. Jadi lupakan lunch hanya berdua pasangan di sebuah pulau terpencil tanpa ada lagi orang lain di tepat ini……..

Mungkin ada yang seperti itu, hanya berdua , tapi tentu dengan harga paket yang lebih mahal hehehe……….

 

 

 

 

Dari pulau tersebut maka berakhirlah tour kami hari ini, badan capek ,perut kenyang, hati senang, maka kantukpun menyerang….

Boat kami kembali mengantar kan rombongan kembali ke maafushi island. Keluar dari boat kami tidak perlu bawa bawa lagi gembolan google, handuk , kaki katak dll tadi, cukup ditinggalkan di boat.

Sambil berjalan ke hotel kami mampir di toko-toko souvenir di pulau tersebut. Cuman di sana toko souvenir, cafe dannygblainnya hanya mau terima uang rufiya dan uang dollar yang bagus kertasnya. Yang sedikit sobek, sudah kumal dll biasanya ditolak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *