Menjelajahi Roma, Italy

Menjelajahi Roma, Italy

Malam mulai menjelang ketika kereta kami dari kota Pisa sampai di stasiun Roma Termini. Berbekal peta hsil print-an saat booking hostel kami melangkah keluar dari stasiun. Perjalanan sejak tengah malam dari Salzburg, Austria menuju Venezia, menyusuri kanal-kanal di bawah rintik hujan serta naiknya adrenalin ketika terlambat naik kereta di Florence saat menuju Pisa ditambah naik kereta yang berbeda dengan yang tertera di tiket /tidak sesuai tujuan menggerus habis stamina kami. Cuaca  muram nan dingin menyambut kami di luar stasiun walau di samping nya banyak terdapat hotel-hotel bintang lima namun dengan gerbang yang dijaga ketat menambah kaku suasana. Berpedoman dengan map print-an tersebut membuat kami jalan memutar melewati jalan -jalan sepi. Namun karena saya tidak sendirian perjalanan itu tidak terlalu mencemaskan. Apalagi ketika sampai di lokasi hostel berada, dan hanya menemukan sebuah pintu gerbang kayu yang besar seperti pintu kastil yang tertutup rapat cukup membuat keder. Alamat hotel hanya tertera di sebaris plat kecil yang ada di samping pintu bergabung dengan alamat-alamat lainnya. Ternyata hostel ini hanya mengambil dua lantai sebuah blok di bangunan besar ini bercampur dengan bangunan residential biasa.

Jadi ketika ada orang dari dalam membuka pintu mau keluar kami buru-buru masuk sebelum pintu itu  menutup lagi, padahal kalau tahu cara bukanya kami tidak harus buru-buru seperti itu. Yaaa..namanya jug orang kampung baru berkunjung ke kastil  Harry Potter hahaha………

Malam itu kami semua tepar, walau salah seorang teman sempat keluar untuk membeli air minum dan ternyata lokasi warungnya tidak begitu jauh dari hostel kami, dan harganya murah…dibanding di negara-negara sebelumnya.

Next Day…

Di awali dengan breakfast di dapur hostel berupa sepotong roti manis dan secangkir kopi/teh , kami mulai  menjelajahi kota Roma yang katanya sudah di bangun ribuan tahun yang lalu dan untuk mencapainya terdapat ribuan jalan, salah satunya lewat Pisa….”Banayk jalan menuju Roma’ kata pujangga.

Rintikan hujan menyambut kami diiringi udara dingin pagi itu. Seperti biasa penjelajahan kami tidak akan terhenti hanya karena dapat rezeki curahan hujan dari langit Roma ini.  Tanpa pikir panjang ketika saya melihat seorang imigrant yang sedang menjajakan payung langsung membeli payungnya setelah sedikit tawar-tawaran basa basi dan berakhir seharga 4 euro sebijinya. Ternyata  tak jauh dari sana sebuah minimarket menjual payung yang sama seharga 2,5 euro haha… ngga apa-apa lah ngasih rejeki pada para imigrant pejuang itu.

Tujuan pertama kami kembali menuju stasiun Roma Termini. Disana membeli tiket one day nya seharga 7 atau 9 euro (lupa..) yang bisa digunakan bolak balik naik train seharian penuh. Di dalam peron  ketika  nanya-nanya arah rute kereta kepada seorang mas-mas Italy yang ganteng di akhir pembicaraan tidak lupa mas-mas nya ngingetin untuk meletakan tas ransel kami di depan badan, jangan di taruh di punggung, soale banyak copet…..

Naik kereta beberapa saat kemudian kami berhenti di daerah Roma Coleseum. Pagi itu sudah banyak banget orang ( baca : turis ) disana. Namun tidak kelihatan orang-orang yang katanya suka berpakaian bak tentara Roma buat futu-futu bareng disana , mungkin masih kepagian dan mereka masih tidur karena kecapean. Yang banyak malah guide-guide freelance yang nawarin jasa mereka  untuk ngasih guide ketika masuk kedalam Colleseum. Dan kami menolak tawaran mereka karena ngga masuk kedalam dikarenakan melihat antrian yang panjang mengular untuk membeli tiket masuk, lagian juga mahal hihi….

Jadi cukup take picture di depannya ajah…..

 

 

 

 

 

 

Disamping coloseum ada gerbang besar, mungkin teman-teman pembaca ada yang tau gerbang apa itu ?..

 

 

 

Puas dari sana kemi menyusuri jalan mengikuti arus orang-orang dan ketemu reruntuhan bangunan ini

 

Sempat foto di patung ini, Sang Cesar kah ?

 

Lupakan payung nya yaaa…………………..

 

 

Futu-futu di depan Piazza Venezia

 

 

 

 

Kemudian dengan jalan kaki kami menyusuri jalan-jalan Roma menuju kota Vatikan. Sambil jalan sempat futu-futu juga disini….

 

 

 

Sempat ketemu restauran pizza, mumpung di kota asal Piza maka disempatkanlah makan satu slice pizza disini, sengaja beli yang vegetable karena ngga tau isi menu yang lain walau judulnya beef segala.

 

Nyobain pasta juga, topping nya keju bubuk….

 

 

Cuman jujur saja buat saya pribadi lebih enakan pizza H*T dari pada yang disini hahaha……..( dasar selera kampong)…

Lanjut jalan lagi…..

 

dan setelah melewati jembatan yang menuju St Agustus palace akhirnya perjalanan kami mentok disini…

 

 

kota Vatikan dengan gereja St Peter,s Basilica nya……………………….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *