Pengalaman Apply Visa Yunani (2)

Pengalaman Apply Visa Yunani (2)

 

Kunjungan ke Tiga :

Untuk ketiga kalinya saya kembali ke kedutaan Yunani, ketemu lagi sama pak satpam dan mba penerima tamu di lantai dasar yang akan meminta ktp dan sedikit photo session. Dan cuss langsung ke lantai 12.

Seperti yang sudah di ceritakan sebelumnya berkas-berkas saya sebelumnya dinyatakan belum lengkap karena saya tidak melengkapinya dengan ITINERARY/RENCANA PERJALANAN.

Kemaren itu karena saya fokus dengan poin-poin persyaratan yang tertera di situs web nya sehingga lupa dengan yang satu ini, padahal berkas rencana perjalanan ini sesuatu yang jamak dan memang harus kita lampirkan di setiap apply visa di negara manapun. Isi dari Itinerary ini setidaknya mencantumkan pergerakan kita dari satu kota ke kota lainnya. Jadi ada kolom tanggal/hari, kolom kota dimana kita tinggal, dan kolom negara .

Jadi sesuai dengan jadwal yang di kasih saya kembali ketemu mba-mba bagian visa kemaren, kali ini saya bersama seorang teman rekan seperjalanan yang sama-sama dapat jadwal wawancara di hari yang sama. Ketika nama saya di panggil ke dalam dan setelah diperiksa berkasnya dinyatakan cukup, mba nya kemudian mengambil foto dan sidik jari saya.  Tidak banyak yang di tanya, cuman pertanyaan seperti : apa tujuan pengajuan visa, di mana bekerja dan berapa lama perjalanannya. Tidak butuh waktu lama saya dan teman keluar dari kedutaan setelah mba nya ngasih ancar2  bahwa kami boleh cek lewat telpon tentang keadaan visa  seminggu lagi.

Oiya sebelum pulang kita harus bayar dulu biaya visanya sebesar 60 euro yang langsung di bayar cash setelah langsung di kurs sama bapak-bapak penerima pembayaran jadi sebesar 1.020.000,- rupiah waktu itu. Yang pasti lain hari kurs nya pasti berubah lagi.

Ok, melengganglah kami keluar dari gedung Plaza 89 menuju halte busway di depannya. Duduk tenang setelah nge-tap kartu di halte Transjakarta.

 

 

Beberapa saat kemudian bus datang dan kami naik, tapi baru beberapa saat di dalam bus tiba-tiba hp teman saya berbunyi, ternyata berasal dari mba yang mewawancara tadi, si mba ini orang Indonesia. Si mba meminta kami kembali ke kedutaan karena ada hal yang mau disampaikan oleh wakil duta besar dengan kami. Tentu saja kami jadi bertanya-tanya dan merasa cemas dengan pangajuan visa kita. Kenapa wakil duta besar ingin ketemu kita ? Apakah visa kita ditolak ? Waduh…… apa lagi yang kurang nih ?

Akhirnya berdua kita turun di halte terdekat dan mengambil bus ke arah sebaliknya. Turun di halte tujuan ,kembali masuk dan ketemu lagi sama mba penjaga gedung , tinggalin ktp dan foto lagi, trus kembali naik lift menuju lantai 12. Sesampai kami di kedutaan langsung di sambut sama si mba nya. Trus kita di arahkan masuk ke dalam menuju ruangan yang seperti nya biasa di gunakan untuk rapat. Disana kita disuruh menunggu sebentar sementara si mba nya keluar, tak beberapa lama kemudian datang seorang bapak-bapak bule berbadan besar. Si bapak duduk de hadapan kami dan kemudian meminta berkas pengajuan visa kami yang dari tadi sudah dipegang sama si mba. Setelah membalik-balik sebentar si bapak “wakil duta besar ” itu memberitahu kami  bahwa beliau tidak bisa memproses pengajuan visa kami karena setelah di lihat berkas tiket transportasi kami antar negara ternyata JUMLAH STAY KAMI DI YUNANI LEBIH SEDIKIT DI BANDINGKAN JUMLAH STAY DI ITALIA. Di hitung-hitung ada beda satu hari.

Jadi si bapak bule itu menyatakan bahwa prinsip dalam pengajuan visa itu adalah di tujukan ke kedutaan dimana kita PALING LAMA TINGGAL selama traveling itu.

Whaaat………. !!!

Tergagap kami mengajukan pembelaan bahwa bukannya harusnya dilihat dari dimana kita masuk dan keluar negara Eropa ?  dan pertanyaan kita dijawab dengan gelengan kepala. Dan kami disarankan untuk apply visa di kedutaan Italia. Terbayang kalau apply visa di kedutaan Italia kita harus cari info-info lagi, belum butuh waktu untuk melengkapi syarat-syarat nya. Belum lagi dengan ketentuan saldo di bank…apa kabar ? Semua bermuara dengan waktu keberangkatan kami yang sudah mau mendekat, bisa-bisa ngga kekejar.

Diantara kepanikan itu saya sempat memikirkan kembali urutan rencana perjalanan yang sudah saya susun. Seingat saya ,saya tidak mengalokasikan waktu banyak untuk tinggal di setiap kota/negara, paling banyak hanya dua malam. Begitu juga di Italy , walaupun sekilas sepertinya lama karena mengunjungi 4 kota, tapi dilihat dari segi waktu hanya tinggal dua malam. Apakah benar kami lebih lama tinggal di Italia di bandingkan Yunani ?

Saat itu juga saya memeriksa kembali berkas tiket pesawat dan tiket kereta yang diajukan tadi. Setelah saya lihat dengan sedikit ragu-ragu sama kembali berargumen ( dalam hati siapa tau ada keajaiban terjadi…karena biasanya kalau udah ditolak yaaa….. di tolak aja, ini tumben kita dikasih tau alasan di tolaknya ), karena berdasarkan tiket perjalanan saya sebenarnya kalau jumlah malam menginap antara di Yunani dan Italia adalah sama. Sama-sama dua malam namun kalau di hitung hari kami ada penerbangan pagi dari Roma ke Athens. Berarti argumen saya sebenarnya hari di Yunani lebih lama di bandingkan di Italia, yaitu 2 hari 2 malam di Italia, sedangkan di Yunani adalah 2 malam 3 Hari.

Argumen saya langsung ditolak oleh wakil dubes itu dengan menyatakan bahwa kami tinggal di negara Italia adalah 5 hari ! Lho…lho..kok lima hari ? kembali saya liat lagi semua print-print an tiket kereta api dan tiket pesawat itu, masih tetap nggak ketemu 5 hari tersebut. Akhirnya si bapak bule menunjukan sebuah tiket kereta yang berasal dari Salzburg di Austria menuju  Venezia, Italia. Dan memang tanggal di tiket itu tanggalnya mundur 2 hari dari jadwal saya.

hah !! kok bisa begitu………….

Pada saat itu baru saya teringat bahwa itu tiket kereta yang di cancel dan ternayta print-an tiket itu ikutan masuk ke berkas yang saya serahkan.  Ya Allah…kok bisa lupa saya membuangnya ya….. untung nya tiket yang benarnya ada di antara tumpulkan tiket2 tadi dan segera saya tunjukan ke si bapak. Si mba-mba yang tadi mendampingi kami ikutan memperhatikan tiket tersebut dan kemudian mencoba meyakinkan si bapak bule bahwa memang tanggal tersebut benar, dan berdasarkan hitungan tanggalnya kami lebih lama tinggal di Yunani dibandingkan dengan tinggal di Italia. Tiket kereta kami itu berangkat tengah malam jam 1, sehingga tidak dilengkapi bookingan hotel karena kami berencana tidur di kereta malam itu.

Terjadi perbincangan antara si mba staf kedubes dengan si wakil duta besar , lihat-lihat tiket lagi, cek lagi tiket pesawat dari Roma ke Athen nya dan akhirnya,,,,,,

Bapak wakil duta besar bilang sama si mbak : Ok…tomorrow bring this document to me..

Kami masih bengong dan menatap si mba , kami masih bingung arti dari percakapan itu. Dan si mba nya bilang, Ok visa kami sudah di setujui, tinggal proses administasinya aja.

Horreey…….Alhamdulillah…. akhirnya visa kami disetujui, bahkan pada hari yang sama dengan hari wawancara kami.. Yuuhuuu..makasih mba, makasih pak…

Dari kejadian ini kami jadi tau, Ajukanlah permohonan visa di kedutaan negara dimana kita lebih lama tinggal. Bukti kita tinggal di suatu daerah tentunya dibuktikan dengan bookingan penginapannya.

Europe… I comiiiing…..

 

 

 

 

 

 

 

6 Replies to “Pengalaman Apply Visa Yunani (2)”

  1. hallo mas, mas bolehkah saya lihat ITINERARY/RENCANA PERJALANAN yang diserahkan ke kudutaan? apa boleh di email ke saya? karena saya ada rencana bulan besok ingin apply dan untuk surat yang dilegalisir notaris itu kemarin apa saja? terima kasih

    1. boleh kok, itinerary yang saya serahkan ke kedutaan bisa dilihat di blog saya berikutnya.
      Untuk surat yang dilegalisir notaris itu surat keterangan kerja. Namun lebih baik saat ambil formulir ke kedutaan sekalian ditanya apakah tempat kerja kita perlu legalisir atau ngga, karena kalau PNS ngga perlu legalisir.

  2. Halo Mas, boleh tau formulirnya sama dengan yang di website atau berbeda?kalo tidak merepotkan boleh minta formulirnya karena saya di Bandung, terima kasih sebelumnya

    1. formulirnya pada dasarnya hampir sama dengan yang di website,boleh diisi pakai tulisan tangan, kemaren saya ambil formulir langsung ke kedutaan karena ingin sekalian memastikan persyaratan2 yang diminta terutama yang persyaratan legalisir notaris itu.
      Maaf kemaren itu formulir yang saya minta langsung ke kedubes habis terpakai semua dan ngga kepikiran juga buat fotoin atau lebihin foto copynya.
      Jadi menurut saya pakai yang dari website juga bisa, tapi kalau ternyata di kedubes suruh isi ulang pakai yang dari mereka bisa juga tulis di tempat, yang penting foto sudah tersedia, tinggal di tempelin aja ke formulir ya kan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *