Perjalanan kereta dari Salzburg ke Venezia ( Eurotrip 5)

Perjalanan kereta dari Salzburg ke Venezia ( Eurotrip 5)

 

Malam ini sesuai dengan rencana kami akan melakukan perjalanan antar negara dengan menaiki kereta malam dari perusahaan kereta Austria yaitu Nighjet OBB. Tiketnya sudah kami beli beberapa bulan sebelumnya melalui aplikasi OBB di HP. Tiketnya berupa barcode yang tertera di HP. Jadi saya jaga betul supaya hp ngga lowbat saat nanti diperiksa kondektur.

Setelah perjalanan pulang dari Hallstatt kami rencananya akan keliling kota Salzburg. Tapi sebelumnya di jalan menuju hostel kami ketemu sebuah restauran kecil masakan halal dari Afganishtan. Ternyata di dalam restauran itu menyediakan masakan biasa dan bukan khas Afghanistan seperti burger, pizza, french fries, fried chicken , nasi goreng dan lainnya. Namun yang pasti semuanya halal sesuai plang yang tertera di luar termasuk harganya juga standar. Restaurant ini terlihat sepi walaupun malam baru menjelang, sepertinya restauran ini lebih fokus pada penjualan delivery. Ketika pesanan kami datang ternyata porsinya wow bagi kami, porsi besar…… sehingga saya cuman menghabiskan separuh dari pesanan. Teman-teman yang lain begitu juga sehingga akhirnya kami minta si bapak penjual untuk membungkusnya.

Perut kenyang kami bergerak keluar dan berencana melanjutkan perjalanan untuk mengelilingi kota Salzburg, tapi apa daya terjangan hawa dingin membuat ciut badan dan semangat sehingga akhirnya kami kembali ke hostel setelah sempat sebentar mencari-cari mesjid di sekitaran tersebut dan mesjidnya ketemu, cuman ternyata tutup.

Sebenarnya kami sudah dalam posisi cek out dari hostel tersebut dan tas-tas kami dititipkan ke loker hostel dengan biaya hanya 1 euro sebagai koin pembuka kunci. Namun perjalanan kami menuju Venezia menaiki kereta Nightjet baru nanti jam 1 tengah malam dan sekarang baru jam 7 an sore. Sehingga masih ada 5-6 jam lagi waktu menunggu kami disana tanpa bisa merebahkan diri untuk beristirahat setelah perjalanan yang cukup melelahkan. Yang tersedia hanya kursi dan tentu saja wifi gratis di hostel. Salah seorang teman coba menanyakan ke resepsionis apakah bisa kami menyewa kamar untuk setengah hari saja dan di jawab tidak bisa karena kalau pun ingin sewa kamar harus bayar full satu hari.  Akhirnya kami di tunjukan sebuah ruang tamu yang berisikan bangku-bangku panjang bertingkat dengan sebuah tivi di dalamnya untuk beristirahat. Kamipun duduk-duduk disana dan akhirnya satu persatu kami ketiduran di bangku tersebut.

Tiba -tiba saya tersentak bangun. Di sekeliling saya banyak bule-bule duduk di undukan kursi kayu ditempat saya tertidur.Mereka duduk diam menghadap ke depan. Sayapun bangun dengan cepat dan memperhatikan sekitar, saya lihat Teman2 lain ada yg sudah terjaga dan ada juga yg baru bangun. Ternyata ruangan kami ini merupakan tempat nonton bareng bagi penghuni hostel lainnya pada malam hari. Di layar tv sedang diputar film legendaris yang membuat Salzburg terkenal di berbagai belahan dunia dan merupakan trade mark kota Salzburg. Ratusan ribu orang tiap tahun datang  ke Salzburg untuk mengikuti tour napak tilas cerita yang ada di fim ini. Apa nama film tersebut ? Silahkan googling ya 😀

Sekarang ruangan itu penuh orang dan kamipun ikut larut menonton film tersebut. Kami jauh-jauh datang ke kota ini memang tidak berniat untuk ikut tour film itu, jadi kami cukup dipuaskan dengan nonton filmnya saja, lagian kalo ikut tour biayanya lumayan mahal bagi kami haha……..

Jam sudah menunjukan pukul 11 malam, dan untuk amannya kami memutuskan untuk keluar hostel menuju stasiun yang tidak begitu jauh. Takutnya kalau pas tengah malam jalan akan sepi sekali dan kita tidak tau apa yang mungkin akan terjadi. 

Salzburg di awal musim semi ini memang terlihat sepi dari sore hari, tapi malam itu kami masih melihat ada beberapa orang yg berjalan2 dengan temannya, mungkin mereka baru pulang dari klub , restauran atau dari rumah teman.

Setiba di stasiun kami duduk di dalam ruang tunggu penumpang kereta. Di dalam stasiun sudah sepi, tidak ada restaurant yg buka 24 jam. Semua pada tutup, yang ada hanya beberapa security bersenjata lengkap plus dengan anjing besarnya yang berpatroli. Beberapa penumpang saya liat ada yg menanyakan rute kereta kepada mereka. Saya liat juga memang information center stasiun pun sudah tutup. Yang ada cuman beberapa ticket machine yang beroperasi. 

Iseng2 saya coba cek di ticket machine nomer booking saya, dan……….. ………. Nggak ada !!!!!

Waduh saya mulai panik, walaupun di aplikasinya di sebutkan bahwa saya cukup memperlihatkan barcode yg ada di hp saja pada kondekturnya tapi karena di cek di ticket machine tidak ada jangan2 tiket kami ga terdaftar…..huhuhu…

Kalau ngga terdaftar bisa-bisa ngga bisa naik kereta, jadi harus beli tiket baru yang harganya pasti sudah muahaal buangett, belum lagi harus naik jadwal kereta berikutnya dan……..

Apa kabar dengan tiket lanjutan dari Venezia ke kota Pisa ? Dan tiket Pisa ke Roma yang udah dibeli juga jauh-jauh hari !!!!??? Hangus juga dong.

Mau tanya ke informasi stasiun tempatnya udah tutup. Jadi akhirnya saya tanya ke security berbadan besar dan punya anjing besar tadi. Ada 3 orang dan yang bisa berbahasa Inggris cuman satu, jadi saya harus ngantri dengan penumpang lain yang juga ngga yakin dengan tiketnya. 

Saat saya sampaikan permasalahan saya si pak security itu menyuruh temannya yang lebih muda untuk cek tiket saya lewat ticket machine. Dan setelah dicoba memang ternyata nomor tiket saya tidak ditemukan. Security muda itu kemudian menunjukan bahwa ada nomer lain yg harus dimasukan ke mesin itu dan itu bukan nomer tiket, tapi harus diminta ke OBB nya langsung. Tapi bagaimana caranya ? Akhirnya sy baca baca lagi petunjuk yang ada di aplikasi obb di hp. 

Ternyata kalau kita ingin cetak tiket di ticket machine kita harus minta nomernya ke obb melalui apikasi atau email. Jadi sambil keringat dingin saya utak atik aplikasi itu dan untung dapat nomernya beberapa saat kemudian. Semua jalur permintaan di aplikasi itu saya apply.

Setelah dapat nomernya pas tengah malam jam 12 saya segera menuju ticket machine, dan ternyata……..

Pas tengah malam itu semua ticket machine di kalibrasi ulang, yang terlihat hanya informasi bahwa mesin tidak bisa digunakan !!!?

Waduh, bagaimana ini ? Jadwal kereta tinggal 1 jam lagi. Apakah mesinnya bakalan hidup dalam jangka waktu tersebut?

Untungnya beberapa saat kemudian saya dapat notifikasi bahwa tiket saya valid .Pemberitahuannya lewat email atau aplikasi (lupa saya yang mana) dari saluran pengaduan lainnya yang saya apply tadi.

5 menit sebelum jadwal saya coba naik ke peron.Iya bener peronnya ada di atas stasiun, jadi naik eskalator ke atas. Ternyata si nightjetnya sudah standby disana. Di atas juga ada pak security tadi yang segera mencari kondektur untuk dipertemukan dengan saya, dan ternyata kondekturnya seorang ibu-ibu. Si ibu-ibu nya langsung konfirm bahwa tiket saya valid padahal hanya melihat selintas barcode nya. Dengan hati lega saya segera kembali ke bawah manggil teman-teman yang lainnya setelah mengucapkan terima kasih pada pak security yang baik tadi. 

Boarding berjalan lancar, jadi di kereta tersebut di sediakan kamar-kamar dengan tempat duduk yang berhadap-hadapan di dalamnya. Kalau pernah liat film Harry Potter  yang lagi naik kereta ke sekolahannya ,ya seperti itu ruangan keretanya, ada kamar-kamarnya. Saya rasa ada juga gerbong lainnya yang punya kamar dengan menyediakan tempat tidur.

Perjalanan dari Salzburg ke Venezia memakan waktu selama 7 jam. Berangkat jam 1 malam dan sampai stasiun Venezia Santa Lucia jam 8 an.

Sewaktu melewati perbatasan negara Austria dengan Italy beberapa petugas berbadan tegap memeriksa paspor kami. Di kamar kami ada dua orang bule selain kami, tapi yang diminta paspornya hanya kami saja. Ngga tau kenapa begitu, mungkin dari data penumpang berdasarkan tempat duduk sudah diketahui asal penumpang. Mungkin yang bule-bule ngga diperiksa karena mereka berpaspor Eropa. Mungkin yah…mungkin ada teman2 lain yang baca blog ini tahu alasan sebenarnya kenapa begitu. Di post aja di kolom comment ya. Kota Venezia menyambut kami dengan hujan lebat….!!! Harap diingat kalau kita mau mengunjungi kota Venezia yang banyak kanal-kanalnya itu kita harus turun di stasiun Venezia Santa Lucia bukan di stasiun Venezia , kalau turun disana berarti kita turun di kota Venezia daratan, ngga ada kanal- kanal dan perahu-perahu cantik disana.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *