Srinagar, Trip India dan Kashmir (2)

Srinagar, Trip India dan Kashmir (2)

  • INDIA dan KHASMIR DAY. 2

PAHALGAM

 

 

Jam 6 pagi kami cek out dari hostel di Delhi menuju bandara domestik. Saat itu masih gelap krn masih waktu subuh disana. Salah satu teman pesan taxi melalui aplikasi uber sehingga ke bandara per taxi kami hanya bayar 123 rupee. Padahal semalam salah satu teman yg baru bergabung dg kami naik taxi dari bandara ke hostel harus membayar lebih dari 1000 rupee. India full of scame bro… Bandara domestik indira gandhi sangat luas dan bagus seperti terminal 3 soetta. Dengan banyak gate ke berbagai tujuan di India.Di dalamnya penuh toko toko bermerk. Penerbangan ke Srinagar ibu kota Khasmir sekitar 1.5 jam. Setiba disana sebagian anggota group kami ada yg disuruh isi data form corona sebagian besar tidak. Yg pasti semua penumpang yang bukan.warga.India.diharuskan melapor ke loket foreigner untuk mengisi data diri dan alamat penginapan. Sepertinya untuk turis dari Asia Tenggara tidak ada hambatan berarti, kecuali mungkin bagi turis dari china, Jepang dan Korea. Udara dingin sudah terasa menggigit saat keluar dari pesawat. Pengamanan ketat dari tentara bersenjata lengkap tdk terasa begitu menakutkan. Di luar kami di jemput oleh sopir mini van yg kami charter. Saat itu beberapa laki2 ganteng bak pemain sinetron kejar tayang dengan ramah membawakan tas2 kami ke mobil. Tapi saat bus mau berangkat mereka langsung minta biaya “angkat2” tas tadi alias tips. Disini tiada pertolongan tanpa tips. Jadi siapkan selalu uang lebih di saku. Kami lgs meninggalkan kota Srinagar menuju desa di kaki pegunungan Himalaya bernama Pahalgam. Disana setelah keliling mencari2 penginapan akhirnya ketemu juga. Sebuah guest house bernama Zebrina guest house. Disini cuacanha lebih dingin lagi, semua penduduk memakai jubah yang dinamakan pheran.

Kegiatan siang yg membeku ini adalah berkuda menjelajahi pegunungan terdekat bernama Khasmir Valley. Act like cowbow kami menyusuri pegunungan bersalju tersebut sekitar 3-4 jam. Salju dimana2 membenam kaki2 kuda. Sungguh perjalanan yg berat bagi kuda2 itu dan membekukan bagi kami. Tapi seru…worth it dengan biaya yg dikeluarkan, 1.200 rupee per orang , blm termasuk tips.

 

 

 

Di pahalgam ini listrik hanya hidup di malam hari, dan itu juga hanya beberapa jam. Tidak ada internet dan roaming ke negara asal, krn pemerintah India memblok nya . Di penginapan kami dikasih selimut sampai 3 lapis. Sebenarnya juga di kasih electrik blanket, tapi karena listrik hidup hanya beberapa jam otomatis electric blanketnya juga hanya berfungsi beberapa jam 

Saat itu kami sempat khawatir karena tidak bisa berkirim kabar ke keluarga di tanah air karena tidak adanya internet dan roaming telepon.

Tapi saat makan malam di ruang makan kecil di depan hostel anak pemilik penginapan berbaik hati thetering paket internet dari hp nya dan ternyata bisa, walaupun hanya bisa mengirim pesan WA tapi cukup untuk berkabar ke keluarga sehingga keluarga di tanah air tidak khawatir. 

Itu terakhir kami dapat berkirim kabar karena setelah kita berpindah penginapan ke hotel yang lebih bagus ternyata disana internetnya tidak aktif.

Di Pahalgam itu kami juga di tunjukan alar penghangat tradisonal orang Kashmir, saya lupa namanya tapi berbentuk keranjang rotan yg diisi semacam arang yang tiap beberapa jam harus diaduk supaya panasnya keluar, dan katanya itu bisa tahan sampai 3 hari. Mrmakainya dengan cara di peluk atau di apit diantara dua paha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *